ASPEK SEMANTIK DAN KEPRODUKTIFAN VERBA KELAS II DALAM BAHASA INDONESIA

Chattri Sigit Widyastuti

Abstract


Artikel ini bergayutan dengan verba kelas II, yang termasuk ke dalam kajian bidang morfologi. Yang dimaksud golongan verba kelas II adalah terdapatnya kategori: (a) me(N)-D yang tak berpasangan dengan di-D, dan (b) D tak berpasangan dengan me(N)-D/di-D. Jika ditinjau melalui perilaku semantisnya, maka verba dapat bermakna inheren perbuatan, proses, dan keadaan. Makna pada V kelas II yang ditemukan dalam tulisan ini berkecenderungan memiliki ciri makna ’lokatif’,’kausatif’, reseptif, dan frekuentatif.

Full Text:

PDF

References


Alwi, Hasan, dkk.. 2003. Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka. Bloomfield, Leonard. 1964. Language. New York: Holt Renehart and Winston.

Chafe, Wallace L.. 1970. A Learning and the Structure of Language. Chicago: The University of

Chicago Press.

Lyons, John. 1968. An Introduction in Theoretical Linguistics. Cambridge: Cambridge University

Press.

Matthews, P. H.. 1974. Morphology: An Introduction to the Theory of World-Structure. Cambridge: Cambridge University Press.

Nida, E. A.. 1949. Morphology the Descriptive Analysis of Words. Ann Arbor: The University of

Michigan Press.

Subroto, D. Edi. 1985. “Transposisi dari Adjektiva menjadi Verba dan Sebaliknya dalam Bahasa

Jawa”. Disertasi, Universitas Indonesia (tidak diterbitkan).

Tim Penyusun. 1995. Kamus Besar Bahasa Indonesia, Edisi Kedua. Tanpa kota: tanpa penerbit

Uhlenbeck, E. M.. 1982. Kajian Morfologi Bahasa Jawa.. Jakarta: Djambatan.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.