MASYARAKAT PERANAKAN TIONGHOA DALAM KARYA-KARYA TAN BOEN KIM

Dwi Susanto

Abstract


Karya sastra dari Tan Boen Kim, Tjerita Nona Gan Jan Nio atawa Pertjintaan dalem Rasia (1914) dan Tjerita Si Riboet atawa Boenga Mengandoeng Ratjoen (1917) diasumsikan sebagai reaksi terhadap struktur masyarakat pada masanya. Atas dasar itu, artikel ini mengeksplorasi tanggapan Tan Boen Kim terhadap struktur masyarakatnya. Hasil yang diperoleh adalah kedua teks itu memunculkan gagasan manusia yang ideal, yakni manusia yang kembali pada ajaran leluhur, terutama moralitas dan menolak gagasan manusia modern versi dunia Barat. Sebagai konsekuensinya, kedua teks itu mengungkapkan tentang penolakan terhadap gagasan liberalisme dan konsep ras dalam struktur masyarakat kolonial. Dengan demikian, kedua teks ini melakukan resistensi terhadap pemikiran materialisme dunia Barat yang manifestasinya adalah gerakan liberalisme.

Full Text:

PDF

References


Barnet, James H.. 1970. “The Sociology of Art” dalam Milton C. Albrecht et.al (Ed.). The

Sociology of Art and Literature: A Reader. New York dan Washington: Praeger Publishers

Dainan, Zhang. 2002. Key Concepts in Chinese Philosophy. (Terjemahan: Edmund Ryden).

Beijing: Foreign Languages Press.

Goldmann, Lucien. 1977. The Hidden God: A Study of Tragis Vision in The Pensees of Pascal and the Tragedies of Racine (Translated: Philip Thody). London and Henley: Routledge & Kegan Paul

Hasen, Chad. 1985. “Chinese Language, Chinese Philosophy, and Truth”. Journal of Asian

Studies, Vol. XLIV, No.3 May 1985, Cambridge University.

Hellwig, Tineke. 1996. “Gramer Brinkman de Mordenaar van Fientje de Fineks: Maleise Literire

Teksten”. Indisch Letteren, Vol 11, No.1, 1996.

Lev, Daniel S.. 2000. “Politik Minoritas, Minoritas dalam Politik”. Makalah, disampaikan dalam

Seminar Orang Tionghoa-Indonesia: Manusia dan Kebudayaannya, YMI dan LIPI. Jakarta,

Oktober - 2 November 2000.

Loomba, Ania. 2003. Kolonialisme/Pascakolonialisme. (Terjemahan: Hartono Hadikusumo).

Yogyakarta: Bentang.

Niel, Robert van. 2009. Munculnya Elite Modern Indonesia. (Terjemahan: Zhara Deliar Noer).

Jakarta: Pustaka Jaya.

Russell, Bertrand. 2007. Sejarah Filsafat Barat, Kaitannya dengan Kondisi Sosio-Politik Zaman

Kuno Hingga Sekarang. (Terjemahan: Sigit Jatmiko et.al). Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Salmon, Claudine. 1981. Literature in Malay by The Chinese of Indonesia: A Provisional

Annotated Bibliography. Paris: Editions de la Masion des Sciences de l’Homme. Suryadinata, Leo. 1988. Kebudayaan Minoritas Tionghoa di Indonesia. Jakarta: Gramedia.

Susanto, Dwi. 2009. “Si Riboet atawa Boenga Mengandoeng Ratjoen: Tan Boen Kim sebagai Pencatat Kejadian Semasa”. Nuansa Indonesia Jurnal Ilmu Bahasa, Sastra, dan Filologi, Vol. XIV, No. 2, Agustus 2009.

Tan Boen Kim. 1915. Nona Gan Jan Nio atawa Pertjinta’an dalem Rasia, Satoe Tjerita jang Belon Sebrapa Lama Sasaoenggoehnja Telah Terdjadi dalem Kota Betawi. Batavia: Tjiong Koen Bie

. 1916. Nona Fientje de Feniks atawa Djadi Korban dari Tjemboeroean, Satoe Tjerita jang Betoel Terdjadi di Betawi. Batavia: tp.

. 1917. Tjerita Si Riboet atawa Boenga Mengandoeng Ratjoen, Soeatoe Tjerita jang Betoel Terdjadi di Soerabaja Koetika di Pertengahan Taoen 1916, jaitoe Politie Opziener Coenraad Boenoe Actrice Constantinopel jang Mendjadi Katjinta’annja. Batavia: Tjiong Koen Liong

White, Sally. 2004. “The Case of Nyi Anah: Concubinage, Marriage and Reformist Islam in Late

Colonial Dutch East Indies”. Review of Indonesian and Malaysian Affairs, Vol. 38, No.1.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.