PERILAKU KETERPILAHAN (SPLIT-S) BAHASA INDONESIA

Sawardi sawardi

Abstract


Artikel ini membicarakan perilaku tipe bahasa terpilah (Split-S) dalam bahasa Indonesia. Parameter yang diangkat dalam penelitian ini adalah adanya dua jenis nominalisasi argument, yaitu  argumen agen dinominalkan dengan prefiks peN- dan argumen pasien dinominalkan dengan pe- (seperti terlihat pada penatar dan petatar; penyuruh dan pesuruh). Dengan parameter tersebut, argumen verba intransitif dikenakan parameter tersebut. Hasilnya, argumen verba intransitif dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu argumen verba intransitif yang mirip agen

/Sa (dapat dinominakan dengan afiks pe(N)-) dan argumen verba intransitif yang mirip pasien (tidak dapat dinominakan dengan afiks pe(N)- maupun pe-). Dengan cara seperti itu, terlihat bahwa bahasa Indonesia memiliki perilaku seperti bahasa terpilah (Split-S). Perilaku tersebut memiliki beberapa kendala, terutama verba intransitif yang termasuk refleksif dan resiprokal. Secara kebahasaan, hal itu masuk akal karena satu-satunya argumen verba refleksif maupun resiprokal berlaku sebagai argumen yang mirip agen dan sekaligus mirip pasien. Nominalisasi argumen agen dan pasien sekaligus tentu tidak dapat karena keduanya harus dibedakan.

Full Text:

PDF

References


Arka, I. W.. l998. “From Morphhosyntax to Pragmatic in Balinese: A lexical-Funtional Approach”.

Disertasi untuk University of Sydney

. 2000. “Beberapa Aspek Intransitif Terbelah pada Bahasa-Bahasa Nusantara” dalam

Purwo, B. K. (Ed.), Kajian Serba Linguistik. Jakarta: Universitas Katolik Atma Jaya.

. 2000. “On Theoretical and Typological Aspects of Termhood in (Eastern) Indonesian

Languages”. Laporan Penelitian Projek Urge Tahun I, Denpasar.

Artawa, I. K.. l997. “Keergativan Sintaksis dalam bahasa: Bahasa Bali, Sasak, dan Indonesia”

dalam Purwo, B.K. (Ed.), PELLBA 10. Yogyakarta: Kanisius.

. 1998. Ergativity And Balinese Syntax Part I, II, III. Jakarta: Nusa

Dixon, R. M. W.. l994. Ergativity. Cambridge. Cambridge University Press.

Djunaidi, A.. 2000. “Tipologi Bahasa Aktif”. Makalah Pellba 14. Jakarta: Pusat Kajian Bahasa dan Budaya Unika Atma Jaya

Hanafi, N.. 1999. “Keintransitifan Belah Dua dalam Bahasa Sunda”. Makalah Kongres Linguistik

IX. Jakarta: MLI.

Manning, C. D.. l996. Ergativity: Argument Structure and Gramatical Function. Stanford: CLSI Moeliono, A. M. (Eds.). 1990. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.

Sawardi, F. X.. 2002. “Keterpilahan (Split-S) Morfologi Bahasa Jawa: Suatu Tinjauan Tipologi Morfologi” dalam Linguistik Indonesia Tahun 20, Nomor 1. Jakarta: Masyarakat Linguistik Indonesia.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.