FREKUENSI DAN DURASI KALIMAT BAHASA INDONESIA

Henry Yustanto

Abstract


Bahasa adalah salah satu alat komunikasi yang paling mendasar. Di dalam berkomunikasi, penutur juga mempertimbangkan prosodi atau unsur suprasegmental yang menyertai tuturannya. Pemakaian prosodi atau unsur suprasegmental tertentu dapat menimbulkan persepsi tertentu pula bagi mitra tuturnya. Sebuah tuturan yang disertai oleh unsur suprasegmental yang baik akan menimbulkan persepsi yang baik atau benar. Sebaliknya, apabila sebuah tuturan diproduksi dengan unsur suprasegmental yang tidak baik akan menimbulkan persepsi yang salah. Negara Indonesia memiliki banyak bahasa daerah. Dampak adanya masyarakat yang majemuk serta faktor-faktor sosial dan situasional menimbulkan bahasa yang berbeda dan menimbulkan pula pemakaian bahasa yang beragam. Penutur bahasa Indonesia memiliki ciri prosodi atau unsur suprasegmental yang berbeda-beda yang dipengaruhi oleh kosakata, struktur  kalimat,  maupun  ciri  prosodi  daerahnya.  Penelitian  ini  mencoba  menganalisis kasus prosodi kalimat bahasa Indonesia dalam modus deklaratif, imperatif, dan interogatif, khususnya dilihat dari frekuensi dan durasinya.

Full Text:

PDF

References


Alwi, Hasan; Sunjono Dardjowidjojo, Hans Lapoliwa, dan Anton M. Moeliono. 1998. Tata

Bahasa Baku Bahasa Indonesia. Jakarta:Balai Pustaka.

Clark, John and Yallop, Colin. 1995. An Introduction to Phonetics andPhonology. Oxford: Blackwell Publishers Ltd.

Cruttenden, Alan, 1997. Intonation, Cambridge University Press.

Halim, Amran. 1984. Intonasi dalam Hubungannya dengan Sintaksis Bahasa Indonesia. Jakarta: Djambatan.

Hayward, Katrina. 2000. Experimental Phonetics. London: Pearson Education Limited. Keraf, Gorys. 1987. Tatabahasa Indonesia . Ende: Nusa Indah

Kridalaksana, Harimurti. 1986. Fungsi Bahasa dan Sikap Bahasa. Ende – Flores : Nusa Indah.

Ladefoged, Peter. 1993. A Course in Phonetics (Third Edition). Los Angeles: Hartcourt

BraceCollege Publisher.

Lead, Robert D.. 1996. Intonational Phonology. Cambridge: Cambridge University Press. Noteboom, Sieb, 1999. “The Prosody of Speech: Melody and Rhythm”. Dalam Hardeastle,

William J. and Johnlaver. 1999. The Hand book of Phonetics Sciences Oaford Dasll Black

Well.

Roca, Iggy. 1994. Generative Phonology . London: Routledge.

Sugiyono, 2005. Memahami Penelitian Kualitatif. Bandung: CV Alfabeta

Sugiyono, 2009. “The Acoustic Features of Emphaticity in Indonesia”. Kajian Linguistik dan

Sastra, 21(2). Desember 2009. Surakarta: Jurusan PBS FKIP UMS.

Sugiyono. 2003. “Pemarkah Prosodi Kontras Deklaratif dan Introgatif Bahasa Melayu Kutai”.

Disertasi, Pascasarjana Universitas Indonesia, Depok.

Sugiyono. 2013. Alat Musik Etnis Indonesia dalam Perspektif Semiotika dan Fisika. Makalah dalam Seminar Bahasa Mabbim di Kuala Lumpur, 3-4 April.

van Heuven, Vincent J. Lilie Roosman. Ellen van Zanten. 2008. “Betawi Malay Word Prosody”.

Lingua, 118(9), September 2008.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.