REVITALISASI NILAITEMBANG-TEMBANG JAWA UPAYA MEMBANGUN KARAKTER GENERASI MUDA BANGSA INDONESIA

Sumarlam Sumarlam

Abstract


Tembang-tembang Jawa tradisional sarat dengan nilai-nilai moral yang sangat penting bagi pembentukan karakter bangsa.Nilai-nilai budi pekerti luhur yang terkandung dalam tembang-tembang Jawa sangat urgen untuk disosialisasikan kepada generasi muda karena generasi muda pada milenium ketiga ini sudah tidak banyak lagi yang mengenal, mencintai, dan memahaminya.Nilai-nilai budi pekerti tersebut bersifat dikotomis antara perbuatan baik dan tidak baik, perbuatan yang diperbolehkan dan tindakan yang dilarang secara moral, perbuatan yang perlu diteladani dan tindakan yang tidak perlu ditiru.Dari hasil kajian terhadap nilai-nilai yang terkandung dalam tembang macapat, tembang dolanan, parikan, keroncong, campursari, dan nasyid (sholawatan) maka direkomendasikan “sangat perlu adanya upaya revitalisasi dan internalisasi nilai-nilai tembang-tembang Jawa sebagai upaya untuk membangun karakter bangsa, khususnya generasi muda Indonesia.”

Kata-kata kunci: revitalisasi, nilai-nilai tembang Jawa, karakter bangsa, generasi muda.


Full Text:

PDF

References


Adityo Jatmiko. 2005. Tafsir Ajaran Serat Wedhatama. Yogyakarta: Pura Pustaka.

Andi Harsono. 2005. Tafsir Ajaran Serat Wulangreh. Yogyakarta: Pura Pustaka.

Bengat. 2007. “Nilai Estetika dan Nilai Etika dalam Lirik Lagu Jawa Modern: Suatu Studi Hermeneutika dan Semiotika”. Disertasi Program Pascasarjana Universitas Negeri Jakarta.

Frank Sennet. 2004. Guru Teladan Tahun Ini. Terjemahan Vidi Athena Devi. Jakarta: Penerbit Erlangga.

Furqon Hidayatullah, M. 2009. Guru Sejati: Membangun Insan Berkarakter Kuat dan Cerdas. Surakarta: Yuma Perkasa.

Herman J. Waluyo, Swandono, Slamet, Nursodiq. 2001. Pemakaian Bahasa dalam Tembang dan Puisi Jawa Modern. Jakarta: Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional.

Panitia Kongres Bahasa Jawa. “Kumpulan Makalah Komisi Kearifan Lokal” dalam Kongres Bahasa Jawa IV Tahun 2006. Semarang 10 – 14 September 2006.

Suharto. 1987. Butir-Butir Budaya Jawa: Hanggayuh Kasampurnaning Hurip, Berbudi Bawaleksana, Ngudi Sejatining Becik.

Sujamto. 1993. Revitalisasi Budaya Jawa. Semarang: Dahara Prize Bekerjasama dengan Yayasan Jatidiri Jawa Tengah.

Sujamto. 1993. Sekitar Pandangan Hidup Jawa. Semarang: Dahara Prize Bekerjasama dengan Yayasan Jatidiri Jawa Tengah.

Sumarlam. 1991. “Unsur Bahasa sebagai Pendukung Keindahan Puisi Jawa” dalam Linguistik Indonesia. Tahun 9 No. 2, Desember 1991. Jakarta: Masyarakat Linguistik Indonesia.

Sumarlam. 2011. Potret Pemakaian Bahasa Jawa Dewasa Ini serta Pembinaan dan Pengembangannya: Sebuah Pergeseran Struktur Gramatika dan Tingkat Tutur. Pidato Pengukuhan Guru Besar Fakultas Sastra dan Seni Rupa, Universitas Sebelas Maret. Surakarta: Sebelas Maret University Press.

Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa.1997. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Tim Proseding Kongres Bahasa Jawa III. 2001. Proseding Kongres Bahasa Jawa ke-3: Kesastraan. Yogyakarta: Penerbit Media Pressindo.

Tim Proseding Kongres Bahasa Jawa III. 2001. Proseding Kongres Bahasa Jawa ke-3: Pembinaan dan Pengajaran. Yogyakarta: Penerbit Media Pressindo.

Titi Mumfangati.1998. Keutamaan Moral dalam Budaya Jawa Menurut Serat Margawirya. Yogyakarta: Penerbit Lembaga Studi Jawa.

Yohanes Mardimin. 1991. Sekitar Tembang Macapat. Semarang: Penerbit Satya Wacana.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.