CINTA, KOMITMEN, DAN KEHORMATAN DALAM CERPEN BISMA KARYA PUTU WIJAYA

Asep Yudha Wirajaya

Abstract


Bisma merupakan salah satu cerpen Putu Wijaya yang ingin “menjungkirbalikkan” konsep cinta – komitmen – kehormatan melalui sosok yang selama ini dikenal dalam epos Mahabarata sebagai sosok yang selalu teguh memegang komitmennya. Bahkan, ia rela untuk mengorbankan segalanya demi sebuah komitmen yang telah diikrarkan. Dengan demikian, pembaca diajak untuk “berpikir ulang” tentang hakikat ketiganya. Pengungkapan cinta dalam Bisma sangat luas cakupannya. Maksudnya, bukan hanya “sekedar” cinta antara pria dan wanita (meskipun hal itu juga ada), melainkan juga dalam tataran yang lebih luas, yakni meliputi cinta terhadap keluarga, negara, dan profesi. Ketiga cinta tersebut perlu mendapat perhatian agar keseimbangan hidup benar-benar terlaksana.

Kata Kunci: Bisma, Putu Wijaya, cinta, dan komitmen


Full Text:

PDF

References


Harefa, Andreas. 2003. Mengasah Paradigma Pembelajar. Yogyakarta: Gradien.

Harsrinuksmo, Bambang, dkk. 1999. Ensiklopedia Wayang Indonesia Jilid I - VI. Jakarta: Sena Wangi.

Herusatoto, Budiono. 1984. Simbolisme dalam Budaya Jawa. Yogyakarta: Hanindita.

Kridalaksana, Harimurti, dkk. 1997. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.

Piliang, Yasraf Amir. 2003. Hipersemiotika: Tafsir Cultural Studies Atas Matinya Makna, Yogyakarta: Jalasutra.

Soenandar, Hadikoesoemo. 1985. Filsafat Ke-Jawaan: Ungkapan Lambang Ilmu Gaib dalam Seni – Budaya Peninggalan Leluhur Jaman Purba. Jakarta: Yudhagama Corporation.

Sukatno C.R., Otto. 2004. Dieng Poros Dunia: Menguak Jejak Peta Surga Yang Hilang. Yogyakarta: IRCiSoD.

Wijaya, Putu. 1987. Gress. (Cetakan ke-2). Jakarta: Balai Pustaka.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.