Kearifan Lokal Petani dan Persepsinya terhadap Pekerjaan Non-Petani di Kabupaten Ngawi (Kajian Etnolinguistik)

Wakit Abdullah, Dwi Purnanto

Abstract


Penelitian ini tentang kearifan lokal petani dan persepsinya terhadap pekerjaan non-petani di Kabupaten Ngawi dari perspektif etnolinguistik. Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan latar belakang kearifan lokal petani dan persepsinya terhadap pekerjaan non-petani, kearifan lokal terkait pemahaman petani terhadap aspek spiritual dan kultural pekerjaan non-petani, alasan pekerjaan non-petani (misalnya pegawai, pedagang) tidak boleh dijalani, dan kearifan lokal yang tercermin dalam cara mereka menyiasati tradisi petani jika ingin memiliki pekerjaan non-petani. Metode penelitian meliputiidentifikasi dan pemilihan masalah penelitian, pemilihan kerangka konseptual penelitian serta hubungan dengan penelitian sebelumnya, merumuskan masalah, memilih ragam dan strategi penelitian, menentukan variabel dan sumber data, memilih prosedur dan teknik sampling, menyusun instrumen dan teknik pengumpulan data,  membuat kode, melakukan editing serta pemrosesan data, menganalisis data, dan  membuat laporan hasil penelitian. Ragam dan strategi penelitian ditentukan oleh beberapa hal, yaitu cara pelaksanaan, tujuan, pendekatan, bidang ilmu, tempat, variabel, model analisis datanya.Hasil penelitian ini meliputi latar belakang kearifan lokal petani dan persepsinya terhadap pekerjaan non-petani yaitu tradisi leluhur, persepsi leluhur terhadap dhanyang ‘penunggu pesa’,cara leluhur mempertahankan kehidupan, pemahaman agama, tingkat pendidikan, akses informasi, siakp untuk maju, dan ekologis (geografis, budaya, ekonomi). Kearifan lokal terkait pemahaman petaniterhadap aspek spiritual dan kultural pekerjaan non-petani dilatarbelakangi oleh tradisi Hindu, tradisi Islam, dan pembangunan desa “berwajah kota”. Pekerjaan non-petani tidak boleh dijalani, karena melanggar tradisi leluhur. Kearifan lokal petani untuk menyiasati tradisi yang melarang pekerjaan non-petani dari perspektif etnolinguistik tercermin dalam perilaku nonverbal mereka.


Full Text:

PDF

References


Ambar Adrianto, 1994.“Potret Pertanian Desa Ngale Kecamatan Paron Kabupaten Ngawi, dalam Perspektif Antropologi Ekonomi”, Laporan Penelitian, Jarahnitra, No.002/P1994, Depdikbud BKSNT Yogyakarta ISSN 0854/3178,.

Clark, Herbert H and Eve V. Clark, 1977, Psychology and Language: An Introduction to Psycholinguistics, N.Y. Harcourt, Brace Jovarovich.

Geertz, C., l98l, Abangan, Santri, Priyayi dalam Masyarakat Jawa, Jakarta: Pustaka Jaya.

Koentjaraningrat, l977, Beberapa Pokok Antropologi Sosial, Jakarta: Dian rakyat.

_____, l984, Manusia dan Kebudayaan di indonesia, Jakarta: Djambatan.

_____, l990, Metode-metode Penelitian Masyarakat, Jakarta: Gramedia.

Lexy J. Moleong, l989, Metode Penelitian Kualitatif, Bandung: Remaja Karya.

Mahsun, 2005, “Konsep Ruang dalam Bahasa mBojo dan Kaitannya dengan Cara Pandang Masyarakat Penuturnya”, dalam Linguistik Indonesia, Pebruari 2005, Th ke-23, Nomor 1.

Michael R. Dove, l985, Peranan Kebudayaan Tradisional Indonesia dalam Modernisasi.

Niels Mulder, l984, Kebatinan dan Hidup Sehari-hari Orang Jawa, Jakarta: Gramedia.

Rahyono, F.X., 2009, Kearifan Budaya dalam Kata, Jakarta: Wedatama Widyasastra.

Suharsini Arikunto, l993, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek, Jakarta: PT. Rineka Cipta.

Sutopo, HB., 2006, Metode Penelitian Kualitatif, Surakarta: Universitas Sebelas Maret Press.

Wakit Abdullah, dkk., 2002, “Masyarakat Samin di Kabupaten Blora: Studi Kasus tentang Tradisi Sikep dan Hubungannya dengan Perilaku Sosial Ekonomi”, Laporan Penelitian Dasar, Surakarta: Fakultas Sastra Universitas Sebelas Maret.

Wakit Abdullah,dkk., 2011. “Kearifan Lokal dalam Bahasa dan Budaya Jawa Orang Samin di Kabupaten Blora (Kajian Etnolinguistik)”, Laporan Penelitian Hibah Fundamental, Surakarta: Universitas Sebelas Maret.

Wakit Abdullah. 2004. “Bahasa Jawa di Bagian Barat Jawa Timur”. Laporan Penelitian Kerja Sama dengan Balai Bahasa Jawa Timur, Surakarta: Fakultas Sastra dan Seni Rupa Universitas Sebelas Maret.

Wakit Abdullah. 2008. “Bahasa dan Budaya Jawa Masyarakat Ngawi dalam Lintasan Budaya Jawa Surakarta dan Budaya Jawa Timur. Surakarta: Fakultas Sastra dan Seni Rupa Universitas Sebelas Maret.

Wakit Abdullah dan Sri Supiyarno, 1998, “Bahasa Jawa di kabupaten Ngawi (Kajian Geografi Dialek)” tahun I, Laporan Penelitian Dosen Muda, Surakarta: Fakultas Sastra Unversitas Sebelas Maret.

Wakit Abdullah dan Sri Supiyarno, 1998, “Bahasa Jawa di kabupaten Ngawi (Kajian Geografi Dialek)” tahun II, Laporan Penelitian Dosen Muda, Surakarta: Fakultas Sastra Unversitas Sebelas Maret.

Wakit Abdullah, dkk., 2013, “Kearifan Lokal Petani dan Persepsinya terhadap Pekerjaan Nonpetani di Kabupaten Ngawi (Kajian Etnolinguistik)”, Laporan Penelitian Hibah Unggulan Madya, Tahun I, Dana BOPTN UNS, Surakarta: Universitas Sebelas Maret.

Wakit Abdullah, dkk., 2014, “Kearifan Lokal Petani dan Persepsinya terhadap Pekerjaan Nonpetani di Kabupaten Ngawi (Kajian Etnolinguistik)”, Laporan Penelitian Hibah Penelitian Unggulan Perguruan Tinggi, Tahun II, Dana PNBP UNS, Surakarta: Universitas Sebelas Maret.

Wakit Abdullah, dkk., 2015, “Kearifan Lokal Petani dan Persepsinya terhadap Pekerjaan Nonpetani di Kabupaten Ngawi (Kajian Etnolinguistik)”, Laporan Penelitian Hibah Penelitian Unggulan Perguruan Tinggi, Tahun III, Dana PNBP UNS, Surakarta: Universitas Sebelas Maret.

Dwi Lestari, 2015, “Bahasa dan Budaya dalam Tanaman yang Mengandung Khasiat Obat Herbal di Kecamatan Paron Kabupaten Ngawi (Kajian Etnolinguistik)”, Skripsi, Surakarta: Program Studi Sastra Daerah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret.

Ari Margiyati, 2015, “Bahasa dan Budaya dalam Rumah Tradisonal Limasan di Kecamatan Paron Kabupaten Ngawi (Kajian Etnolinguistik)”, Skripsi, Surakarta: Program Studi Sastra Daerah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.