JALUR TREM SOLO-BOYOLALI DAN PERANANNYA BAGI KEHIDUPAN SOSIAL-EKONOMI MASYARAKAT SEKITARNYA 1883-1914

Dwi Mudalsih

Abstract


Solo-Boyolali tramline which had 29 km of full length was built by Firma de Lange & Co after having concession in 1884. The construction was conducted gradually and accomplished in 1895. Firma de Lange & Co. established Solosche Tramweg Maatschappij (STM) operating the tram from 1895 to 1914. Due to financial difficulties, in 1914 the tramline was taken over by Nederlandsch Indie Spoorweg Maatschapijj (NISM) which then extended the tramline to Wonogiri.

Initially the endeavor of the construction and operation of Solo-Boyolali tramline was to fulfill the needs of plantation transportation, but in the fact it was also applied for passenger’s transportation. Operation of trams by STM seemed having a significant role for the socio-economic life of the surrounding community. There are seven measurements to find out that role which are passangers, migration, labor and their movement, social status changes, commodity, the flow of goods, interrelation of trade, and economy development.


Full Text:

PDF

References


“Nota Over het Gebruik van Concessiegronden door de NIS Alsmede het Onderhout van Binnen de Concessive Terreinen Gelegen Wegen”, bundel nomor P. 1173, Surakarta: Rekso Pustaka Mangkunegaran.

Anonim, “De Javasche Spoorwegzaak”, dalam Tijdschrift voor Nederlandsch Indie, 1870, volume I.

Anonim, “De Tarieven voor het Vervoer van Suiker op de Lijn Semarang-Vorstenlanden en het Overnemen van Dien Spoorweg Door den Staat” , De Indische Gids, 1891, Vol. I.

Algemeen Verslaag 1897, Jakarta: ANRI.

Besluit tanggal 19 April 1884 nomor 37, 18 Agustus 1891 nomor 14, Besluit tanggal 8 Januari 1895 nomor 8, 6 April 1895 nomor 26, 17 Juli 1899 nomor 1570, dan 18 November 1899 nomor 8, Jakarta: ANRI.

Bezemer, T.J., Beknopte Encyclopaedie van Nederlandsch Indie, ‘s Gravenhage: Martinus Nijhoff, 1921.

Boomgaard, Peter dan Gooszen, A.J., Changing Economy in Indonesia a Selection of Statistitcal Source Material from the Early 19th Century up to 1940, Volume 11, Population Trends 1795-1942, Amsterdam: Royal Tropical Institute (KIT), 1991.

Burke, Peter, Sejarah dan Teori Sosial, Jakarta: Yayasan Obor Indonesia, 2003.

Daldjoeni, N., Geografi Kota dan Desa, Bandung: Alumni, 1998.

Darsiti Soeratman, Kehidupan Dunia Kraton Surakarta, 1830-1939, Yogyakarta: Taman Siswa, 1989.

Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Ensiklopedi Nasional Indonesia, Jakarta: PT. Cipta Adi Pustaka, 1991.

Djoko Suryo, Sejarah Sosial Pedesaan Karesidenan Semarang 1830-1900, Yogyakarta: Pusat Antar Universitas Studi Sosial Universitas Gadjah Mada, 1989.

Dros, Nico, Changing Economy in Indonesia A Selection of Statistical Source Material from the Early 19th Century up to 1940, Wages 1820-1940, Volume 13, edited by Peter Boomgaard, Amsterdam: Royal Tropical Institute, 1992.

Dwi Ratna Nurhajarini, dkk., Sejarah Kerajaan Tradisionil Surakarta (Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan RI, 1999.

Furnivall, J.S., Hindia Belanda Studi Tentang Ekonomi Majemuk, Terjemahan Samsudin Berlian, Jakarta: Freedom Institute, 2009.

Gottschalk, Louis, Mengerti Sejarah, terjemahan Nugroho Notosusanto, Jakarta: Penerbit Universitas Indonesia, 1983.

Grava, Sigurd, Urban Transportation Systems, Philadelphia: Open University Press McGraw-Hill Education, 2004.

Hasan Sadely, Ensiklopedi Indonesia, Jakarta: Ichtiar Baru-van Hoeve, 1980.

Hoeben, Vincen J.H. Kraton dan Kumpeni, Surakarta dan Yogyakarta, Leiden: KITLV Press, 1994.

Ingleson, John, Tangan dan Kaki Terikat Dinamika Buruh, Sarekat Kerja, dan Perkotaan Masa Kolonial, Editor Iskandar P. Nugraha, Jakarta: Komunitas Bambu, 2004.

Kementrian Perhubungan R.I., Perkembangan Transportasi di Indonesia, dari Masa ke Masa, Jakarta: Kementerian Perhubungan RI, 2010.

Kolonial Verslaag 1883-1905, Jakarta: Perpustakaan Nasional RI.

Kuntowijoyo, Pengantar Ilmu Sejarah, Yogyakarta: Yayasan Bentang Budaya, 1995.

_________, Metodologi Sejarah, edisi ke dua, Yogyakarta: PT. Tiara Wacana Yogya, 2003.

_________, “Making An Old City A Pleasant Place to Stay for Meneer and Mevrouw: Solo, 1900-1915”, dalam FX. Nadar (ed), Lenses: Thoughts on Culture, Literature and Linguistics, Yogyakarta: Faculty of Cultural Science UGM, 2009.

Larson, George D. Larson, Masa Menjelang Revolusi, Keraton dan Kehidupan Politik di Surakarta, 1912-1942, Yogyakarta: Gadjah Mada University Press, 1990.

Oegema, J.J.G. , De Stoomtractie op Java en Soematra, Antwerpen: Kluwer Technische Boeken B.V. Deventer, 1982.

Pemda Kodya Tingkat II Surakarta, Kenangan Emas 50 Tahun Surakarta (Surakarta: Murni Grafika dan STSI, 1997.

Poerwodarminto, W.J.S. Kamus Umum Bahasa Indonesia, Jakarta: Balai Pustaka, 1991.

Pringgodigdo, A.K., Geschedenis der Ondernemingen van het Mangkunegarosche Rijk ( ‘s Gravenhage: Nijhoff, 1950.

Pusat Bahasa Depdiknas, Kamus Besar Bahasa Indonesia, edisi ke empat, Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 2008.

Reitsma, S.A., Indische Spoorweg Politiek, Deel II No. 1, Batavia: G.Kolff en Co, 1919.

________, Korte Geschiedenis der Nederlandsch Indische Spoor en Tramwegen, Weltevreden: G.Kolff en Co, 1928.

Sajid, R.M., Babad Solo, Solo: Reksopustoko, 1984.

Regeerings Almanak 1883-1930, Jakarta: ANRI.

Sartono Kartodirdjo, Pemikiran dan Perkembangan Historiograsi Indonesia Suatu Alternatif, Jakarta: PT. Gramedia, 1982.

_______, dan Djoko Suryo, Sejarah Perkebunan di Indonesia Kajian Sosial Ekonomi, Yogyakarta: Aditya Media, 1991.

Shiraisi, Takashi, An Age in Motien, Popular Radicalism in Java 1912-1926, Itacha dan London: Cornell University Press, 1990.

Special Retourkaarten NISM, bundel nomor P.1760, Surakarta: Rekso Pustaka Mangkunegaran.

Soegijanto Padmo, The Cultivation of Vorstenlandens Tobacco in Surakarta Residency and Besuki Tobacco in Besuki Residency on The Peasent Economy and Society: 1860-1960, Yogyakarta: Aditya Media, 1994.

________, Bunga Rampai Sejarah Sosial Ekonomi Indonesia,Yogyakarta: Aditya Media, 2004.

Sri Agus P. Rosyidi, Prasarana Transportasi Jalan Rel (Yogyakarta: Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, 2004.

Statistiek van het Vervoer op de Spoorwegen en Tramwegen met Machinale in Nederlandsch Indie 1908-1913, Batavia: Landsdrukkerij, Jakarta: Perpustakaan Nasional RI.

Stibbe, D.G., Encyclopaedie van Nederlandsch Indie, vierde deel, tweede druk, ‘s Gravenhage: Martinus Nijhoff, 1921.

Suhartono, Apanage dan Bekel, Perubahan Sosial di Pedesaan Surakarta 1830-1930, Yogyakarta: PT. Tiara Wacana, 1991.

Surat Residen Surakarta 31 Januari 1883 Nomor 28 dalam Besluit 17 April 1883 Nomor 25.

Surat Residen Surakarta tanggal 28 Maret 1884 nomor 795 dalam Besluit tanggal 19 April 1884 nomor 37, Jakarta: ANRI.

Surat Residen Surakarta kepada Gubenur Jenderal 16 September 1893 dalam Algemene Secretarie, bundel nomor 2877, Jakarta: ANRI.

Surat Residen Surakarta 22 Agustus 1893 kepada Susuhunan Surakarta dalam Algemene Secretarie, bundel nomor 4624/47, Jakarta: ANRI.

Surat dari Direktur Departement van Burgerlijke Openbare Werken kepada Gubernur Jenderal Hindia Belanda nomor 7451/ss tanggal 10 Mei 1899 dalam Besluit 17 Juli 1899 nomor 1570.

Susanto, “Jatidiri Kota Solo: Problem sebuah Kota di Jawa”, Sri Margana dan M. Nursam, Kota-kota di Jawa Identitas, Gaya Hidup dan Permasalahan Sosial, Yogyakarta: Ombak, 2010.

Weijerman, A.W.E., Mededeelingen van Dienst der Staatspoorwegen op Java Nomor 11, 1916.Verslaag Solosche Tramweg Maatchappij 1895, Jakarta: ANRI.

Veth, P.J., Aardrijkundig en Statistisch Woordenboek van Nederlandsh Indie, Deel 1, Amsterdam: P.N. van Kampen, 1961.

_______, Aardrijkundig en Statistisch Woordenboek van Nederlandsch Indie Deel 2, Amsterdam: P.N.van Kampen, 1961.

_______, Aardrijkundig en Statistisch Woordenboek van Nederlandsch Indie, deel 3, Amsterdam: P.N.van Kampen, 1961.

Wasino, Kapitalisme Bumi Putra Perubahan Masyarakat Mangkunegaran, Yogyakarta: LKis Pelangi Aksara, 2008.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2016 Diakronik